Menjinakkan burung mestinya sudah tidak lagi menjadi pertanyaan para kicau mania, karena sudah sering dan banyak diulas di berbagai media online. Faktanya, kok ya masih banyak yang bertanya tentang masalah ini. He.. he.. he.., tapi nggak apa-apa, namanya juga belajar bersama. Kita merasa perlu untuk membuat tulisan ini, terutama untuk menganggapi keluhan beberapa penggemar burung kicauan yang sudah berbulan-bulan merawat burungnya, tetapi masih belum jinak juga.

Sebelumnya, bagi yang belum pernah baca artikel mengenai proses penjinakan burung, silakan buka dulu artikel Cara Menjinakkan Burung, yang bisa menjadi panduan paling komprehensif untuk semua jenis burung. Sebagai pembanding, silakan baca juga panduan menjinakkan burung ala David de Souza.

Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa membuka link di bawah ini, untuk proses penjinakan beberapa jenis burung tertentu :
Perlu diketahui, burung yang baru diperoleh dari tangkapan hutan, atau burung bakalan yang baru Anda beli dari pasar, jangan langsung dimandikan atau digantung di tempat ramai. Burung sebaiknya dikarantina dulu di tempat yang tenang, agar bisa beradaptasi selama beberapa hari.

Jadi, begitu burung tiba di rumah, segera masukkan ke sangkar, langsung dikerodong, dan ditempatkan pada lokasi yang tenang, tanpa gangguan baik dari burung piaraan lainnya maupun lalu-lalang manusia. Tenangkan dahulu burung selama beberapa hari, sampai mereka benar-benar tenang dan bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan baru di sekitar sangkarnya.

Jika burung bakalan langsung dijinakkan dengan cara dimandikan basah kuyup, atau langsung digantang pada lokasi yang ramai, tentu burung menjadi tidak tenang. Dia selalu curiga serta waspada kepada siapapun dan apapun di dekatnya. Gerakan sedikit saja dari kita bisa membuat burung terbang atau melompat tidak karuan di dalam sangkar.

Apabila  burung terus dipaksakan di tempat ramai, bisa dipastikan proses penjinakan akan mengalami kendala besar, gagal, atau butuh waktu sangat lama untuk membuat burung menjadi jinak. Hal inilah yang dikeluhkan beberapa sobat kicaumania, di mana mereka gagal dalam menjinakkan burung, meski sudah dilakukan selama berbulan-bulan.

Masih bisakah burung yang susah dijinakkan untuk didesain menjadi jinak ? Tentu saja bisa. Di sini kita akan memberikan tiga alternatif yang diterapkan bagi para pemilik burung dengan kasus serupa.

1. Mandi dengan cara dipegang

Alternatif pertama adalah memandikan burung dengan cara dipegang, seperti yang biasa dilakukan orangtua zaman dulu dalam menjinakkan burung perkutut atau ayam jago kesayangannya.

Mandi dengan cara dipegang sebenarnya merupakan salah satu metode yang memiliki peluang keberhasilan tinggi daripada mandi dengan cara disemprot hingga basah kuyup.

Hanya saja, alternatif ini hanya boleh dijalankan apabila Anda sudah tahu cara memegang burung secara benar. Jika tidak, sangat dimungkinkan burung mati karena tercekik di bagian leher atau terimpit di bagian dadanya. Karena itu, bagi yang belum pernah memegang burung, jangan ragu untuk meminta bantuan rekan-rekan kicaumania yang lebih menguasai teknik memegang burung.

Untuk memandikan burung dengan cara dipegang, diperlukan baskom berisi air. Pegang burung dengan cara yang benar dan tepat, kemudian masukkan sebagian tubuh burung ke dalam baskom, dengan kepala di atas (kalau di bawah kelelep, he.. he.. he..).

Setelah itu, burung diangkat dan usap-usap tubuhnya secara meraya dengan tangan kita. Pada burung paruh bengkok seperti lovebird, parkit, dan nuri, ritual mandi seperti ini bisa langsung membuat mereka jinak dalam beberapa kali perlakuan.

Tetapi pada cucak hijau, kacer, atau beberapa jenis burung kicauan lainnya, terapi ini pertama kali membuat mereka kaget, juga sedikit stres, sehingga jangan heran kalau pada hari-hari awal intensitas kicauannya bakal berkurang.

Namun jika dilakukan secara rutin, misalnya dua kali sehari, burung mulai menganggap apa yang dialaminya (mandi dengan cara dipegang), sebagai hal biasa. Lama-lama, dia akan mulai berubah sikap dari karakternya yang giras / liar menjadi semi jinak / jinak lalat, kemudian menjadi jinak total.

Yang penting, setelah burung dimandikan dengan cara dipegang, segera berikan pakan kesukaannya agar dia menganggap bahwa proses tersebut tidak menyakitinya, bahkan selalu berakhir dengan pemberian pakan kesukaannya.

2. Berikan pasangan kepada burung susah jinak

Beberapa burung kicauan seperti hwamei, yang memiliki sifat liar atau susah jinak, ternyata bisa ditaklukkan dengan menghadirkan pasangannya, atau burung sejenis yang berbeda jenis kelamin.

Penjinakan ini biasanya dilakukan dengan cara memandikan burung hingga basah kuyup, lalu ditempel dengan burung betina yang sudah jinak. JIka burung betina sudah jinak total, hasilnya malah lebih efektif.

Selama ditempel, burung diberikan terapi penjinakan lain seperti memberikan serangga dari tangan kita. Tapi Anda harus mencontohkan dulu pemberian pakan seperti ini kepada burung betina yang sudah jinak di depan burung jantan yang masih giras. Dengan cara demikian, burung menganggap bahwa apa yang kita lakukan tak akan menyakitinya.

Bisa juga dengan “mempermainkan” burung betina. Misalnya menyuruh burung betina mematuki tangan kita. Ini juga untuk memberi pengertian kepada burung jantan bahwa kita bukanlah sesuatu yang menakutkan bagi dia.

Dengan melakukan hal tersebut secara rutin, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, burung yang susah jinak akan cepat menjadi jinak.

3. Proses pendekatan melalui kata-kata

Burung memiliki naluri untuk menanggapi perkataan dari manusia, termasuk panggilan dan sapaan. Karena itu, pendekatan melalui kata-kata juga bisa menjadi alternatif lain untuk menjinakkan burung yang susah jinak.

Banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya saat mau memberi pakan, Anda mengucapkan salam atau sakadar say hello. Secara bertahap, Anda bisa meningkatkan pendekatan ini dengan mengucapkan kata-kata lain secara lembut.

Selain saat memberi pakan, momen yang bagus untuk mengucapkan kata-kata kepada burung juga bisa Anda lakukan saat burung mandi, atau ketika Anda membersihkan kandang, dan sebagainya.

Sebenarnya metode ini juga cukup efektif. Terbukti banyak penggemar burung di berbagai negara yang telah menggunakan metode ini sejak dulu. Namun sebagian besar kicaumania di Indonesia belum terbiasa, sehingga menganggapnya sebagai metode aneh.

Semoga bermanfaat.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: